Keberhasilan seseorang dalam berkomunikasi berbanding lurus dengan keberhasilannya dalam karir. Ada berbagai macam alasan orang berkomunikasi, pertanyaannya adalah mengapa berkomunikasi? Sebagian besar waktu kita dihabiskan untuk berkomunikasi: di rumah, di kantor, di organisasi sosial, ataupun di masyarakat umum. Dengan berkomunikasi kita menyatakan pendapat, mengajukan permohonan, meminta pertolongan, menawarkan solusi, menyampaikan instruksi, dan memberikan informasi kepada orang lain yang kita ajak berkomunikasi. Jelaslah bahwa komunikasi merupakan bagian yang penting dari kehidupan kita, baik kehidupan pribadi maupun kehidupan bisnis kita. Mantan presiden Amerika Serikat, Gerald Ford, mengatakan bahwa dalam kehidupan tidak ada apapun yang lebih penting dari pada kemampuan berkomunikasi yang efektif. Kemampuan berkomunikasi yang baik bisa membantu menyelesaikan banyak masalah dan mendatangkan banyak keuntungan bagi kita. Sebaliknya, kegagalan dalam berkomunikasi bisa berakibat fatal. Kegagalan ini dapat menyebabkan berbagai bencana: kesepakatan bisnis gagal, pertolongan tidak jadi diberikan, persahabatan putus, pekerjaan tidak jadi diperoleh, bahkan perang bisa tercetus.
Kajian komunikasi membantu hidup saya (dalam budaya bauran)
Sebelum berbicara lebih jauh tentang kajian komunkasi membantu hidup saya, penulis mencoba memaparkan sedikit tentang latar belakang penulis. Penulis berasal dari keluarga minang yang hidup pada komunitas plural antara barat (budaya amerika/ ekspatriat), dan timur (batak, minang, jawa) dan besar dibumi melayu (Riau daratan)dan kemudian dewasa pada lingkungan Sunda (Jawa Barat). Komunitas tersebut adalah komunitas komplek pemukiman perusahaan minyak asing (amerika) yang mayoritas karyawannya terdiri dari suku-suku yang penulis sebutkan diatas. Perbedaan-perbedaan budaya, rasisme dalam pergaulan (eksptriat-pribumi) serta perbedaan cara komunikasi membentuk suatu pola dialeg yang khas pada komunitas dimana penulis dibesarkan. Dialeg ini tidak terdapat dalam khazanah bahasa dan budaya melayu, boleh dibilang dialeg ini adalah hasil dari pembauran beberapa budaya yang menyatu pada komunitas tersebut. Dialeg yang diciptakan oleh komunitas ini memiliki intonasi, frekuensi serta pict yang berbeda bila dibandingkan dengan bahasa melayu tertentu. Selain dialeg, komunitas ini juga menggunakan istilah- istilah asing (inggris) dalam menyebutkan tempat- tempat tertentu serta menggunakan kata-kata yang berasal dari salah satu suku yang hidup pada komunitas tersebut.
Sport Hall = gedung olahraga
Mancis = pemetik api, asal kata matches (inggris)
Library = Pustaka
Mamak = ibu (dari bahasa melayu / batak)
Rol = penggaris dari kata Ruller (inggris)
Garas =kandang mobil dari bahas inggris.
Honda = sepeda motor
Berikut adalah penggunaan kalimat yang jarang kita dengarkan dalam bahasa melayu namun terjadi pada komunitas tersebut ;
“Ja, cobak kau masukkanlah honda kau tu ke garas biar tak kenak hujan!”
(Ja, sepeda motor kamu dimasukan ke dalam garasi saja agar tidak kehujanan!”)
“Aku pinjam rol kau lah, skejul aku besok ni ujian matematika”
(Saya pinjam penggaris ya, soalnya besok ada ujian matematika”)
Hingga saat tulisan ini penulis tulis, penulis tidak dapat mendefinisikan komunitas plural tersebut termasuk dalam golongan dan kategori mana. Apakah masuk dalam kategori melayu atau kategori suku lainnya?
Seperti diungkapkan diatas kegagalan dalam berkomunikasi bisa berakibat fatal atau dengan kata lain komunikasi dapat bermakna lain bila kita tidak dapat melakukannya dengan baik, hal ini tak terlepas dari perbedaan budaya, perbedaan pemahaman, perbedaan sturktur sosial, emosi, psikologis, dan faktor internal lainnya yang terdapat pada setiap individu. Beberapa kejadian konyol biasanya disebabkan oleh kesalahan komunikasi. Berikut adalah cerita fiktif sederhana yang mengambarkan sulitnya berkomunikasi ;
Dua orang dari suku yang berbeda minang -dari daerah pariaman- bernama Syahrial dan melayu bernama Muhklis –dari daerah bagan siapiapi- sedang mengarungi sungai kampar (sebuah sungai yang melintasi pedalaman propinsi Riau). Ketika mereka melewati sebuah rimbunan hutan rimba, Syahrial bertanya kepada temannya “apo tu nan bagantuang dakek pohon tu Lis ?” (apa yang sedang bergelayutan diatas pohon tiu lis?) Maka Mukhlis pun menjawab “ monyet ajo ma, macam awak tak fahamlah!” ( cuman monyet, masa kamu tidak tau!). Tanpa ba-bi-bu Syahrial yang sedang meng-ayuh sampan merasa tersingung dan langsung menghantamkan gayung ke arah Muhklis.
Dari cerita diatas, terjadi perbedaan presepsi antar Mukhlis dan dan Syahrial, bahkan kejadian yang dianggap sepele seperti ini pun tidak dapat dimaknai oleh sebagian orang yang telah lama hidup dalam budaya melayu ataupun minang.
Dalam kebiasaan orang minang pariaman, sapaan ajo adalah sapaan yang sering diungkapkan kepada teman lelaki. Dalam bahasa Sunda kita mengenal “Jang” asal kata Ujang atau Sep dari asal kata Asep, dalam bahasa batak kita biasa mengenal sapaan denga Lay yang berarti saudara. Namun ketika Mukhlis mengatakan “monyet ajo ma, macam awak tak fahamlah” Syahrial merasa diremehkan adalah hal yang wajar. Dalam pengertian Syahrial bila menggunakan base berfikir linguistik orang minang kira- kira berarti “ajo itu monyet, memang nya saya tidak tahu?.Berikut adalah poin penentu arti perkata dari kalimat Mukhlis dari sudut pandang Syahrial;
Ajo = kata ganti nama Syahrial dikampung halaman
Awak = saya
“ajo itu monyet, memang nya saya tidak tahu?.”
Berikut adalah poin penentu arti perkata dari kalimat Syahrial dari sudut pandang Muhklis ;
Ajo = saja
Awak = kamu.
cuma monyet, masa kamu tidak tau?!
Kejadian berikutnya adalah suatu kejadian simpel yang berkibat cukup mengecewakan ;
Beberapa tahun yang lalu, penulis berkesempatan menunaikan ibadah haji. Sebelum musim haji dimulai, sambil mengisi waktu jemaah haji biasanya melakukan umrah dengan miqat pada tempat-tempat yang ditentukan. Antara tempat miqat dan masjidil haram terdapat banyak kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi yang disewakan. Ketika akan berangkat dari tempat miqat, seorang kondektur bus yang sedang menunggu penumpang berteriak- teriak “haram satu real.. haram satu real !” Salah seorang yang cukup tua dari kelompok jemaah haji penulis tiba-tiba menyeletuk kepada kondektur tersebtu “ 2 Real Halal ? “ Akhrinya kondektur tersebut berteriak- teriak “halal 2 real”, Pada hari itu kami menumpang bus menuju masjidil haram dengan harga 2 real. Lebih mahal 1 kali lipat dari biasanya.
Padahal yang dimaksud kondektur bus tersebut “haram“ dalah kata ganti masjidil haram. Dikota mekah, haram adalah kata ganti masjid, termasuk di madinah untuk menyebut masjid nabawi. Kesalahan-kesalahan pemaknaan komunikasi memang sangat kerap terjadi pada komunikasi lintas budaya.
Kajian komunikasi membantu perkembangan karir saya
Sebelum penulis menempuh studi ilmu komunikasi (sebelumnya penulis adalah Mahasiswa Informatika), penulis bekerja paruh waktu sebagai programmer (coding) pada sebuah konsultan Teknologi Informasi, beberapa bulan kemudian, penulis mendapati diri penulis sebagai orang yang senang dengan hal-hal yang baru, termasuk berkenalan dengan lingkungan dan individu-individu baru. Hingga pada saat yang tepat, penulis mengajukan diri untuk pindah kedivisi marketing. Pada divisi marketing, penulis merasa kemampuan berkomunikasi dan negoisasi adalah kunci utama dalam menjual. Kemampuan ini penulis dapati melalui otodidak, pengalaman sendiri ataupun para senior serta dari bahan bacaan.
Ketika penulis memeperoleh kesempatan untuk mempelajari komunikasi secara formal, penulis memepelajari berbagai macam filosofi komunikasi, komunikasi interpersonal, komunikasi organisasi, komunikasi kelompok, komunikasi antar budaya, dan lainnya.
Menurut hemat penulis, parameter pengukur kesuksesan komunikasi dimulai dari komunikasi interpersonal atau biasa disebut komunikasi antar individu. Bahkan dalam konteks organisasi, kelompok ataupun internasional, komunikasi interpersonal adalah awal dari segalanya. Komunikasi interpersonal komunikasi adalah komunikasi yang sangat rumit dan memerlukan kecakapan dalam melakukannya. Kecakapan melakukan komunikasi sangat berkorelasi dengan keberhasilan komunikasi, dengan parameter ukur terjadinya perubahan perilaku orang yang terimbas komunkasi tersebut. Contoh sederhana ialah proses seorang sales panci yang berhasil menjual barang dagangan kepada sekelompok ibu- ibu arisan.
Dalam komunikasi interpersonal kita mempelajari geastural seseorang, pesan-pesan nonverbal serta pesan verbal yang disampaikan oleh seseorang. Seperti kita ketahui, budaya masyarakat Indonesia yang kebanyakan berkomunikasi dalam konteks tinggi, pemahaman dan kecakapan kita dalam berkomunikasi interpersonal menjadi hal yang sangat penting untuk memaknai setiap simbol-simbol verbal dan non verbal yang ditampilkan oleh lawan bicara kita.
Pengalaman bekerja dibidang penjualan dan disertai dengan pengetahuan formal ilmu komunikasi menambah keberanian penulis untuk terjun sebagai pebisnis dan pelaku Teknologi Informasi. Pada tahap ini selain kemampuan komunikasi, kemampuan manajerial dan kekuatan mental berikut fisik juga dibutuhkan. Seperti kita ketahui bersama, regulasi dibidang Teknologi Informasi di negeri ini masih tidak jelas keberadaannya. Tumpang tindih kepentingan, dan kelakuan disertai ketidak-tahuan aparat hukum adalah sesuatu yang wajar. Ketrampilan berkomunikasi sangat membantu dalam menerangkan hal- hal yang dianggap melawan hukum (padahal tidak) ataupun dianggap fasilitator upaya pelanggaran hukum dihadapan aparat hukum.
Berikut adalah rangkuman tips yang berhasil penulis himpun baik dari pengalaman pribadi maupun dari sumber-sumber bacaan yang pernah penulis baca ;
Tips berkomunikasi bila anda seorang atasan ;
· Membangun komunikasi positif dengan suasana berbasis kebersamaan, saling bergantung, dan saling menghargai dalam suatu tim kerja yang efektif.
· Menghindari timbulnya kesan bawahan bahwa anda adalah manusia super Hindari perkataan “ masa gitu aja gak bisa?” atau “kamu bodoh” atau “kalo kerja yang bener!”
· Memberi perintah harus jelas (tidak multitafsir) dan bernada ajakan untuk memikirkan apa yang harus dikerjakan bawahan dengan baik
· Tahanlah diri untuk mengerti setiap ucapan dan laporan dari bawahan anda, agar anda mengerti maksud dan tujuan bawahan anda.
· Bersikaplah adil atau tidak memihak kalau di antara bawahan anda yang konflik. Pelajarilah inti masalah dari konflik. Sejauh dapat diselesaikan oleh mereka sendiri, anda tidak perlu melakukan intervensi langsung.
· Tidak melakukan hal- hal yang membuat malu bawahan anda dihadapan orang lain.
· Gunakan komunikasi persuasif dalam melakukan perintah, biasakan menggunakan kata “tolong” gunakan kontak badan, seperti menyentuh bahu.
· Lakukan pendekatan persuasif untuk mengetahui keinginan bawahan anda, bila tidak memungkinkan melalui lisan jangan ragu melalui tulisan kuisioner misalnya. (Suatu kebiasaan orang sunda/ jawa, tidak terlalu berani mengungkapkan pendapat, ketidak setujuan terhadap atasannya)
· Mengakui keberhasilan bawahan anda dengan cara memberikan pujian setiap keberhasilan yang dilakukannya, baik lisan, maupun tulisan.
Berikutnya adalah Tips berkomunikasi bila anda seorang bawahan ;
- Menunjukkan kerendahan hati dan kemampuan berkomunikasi yang andal baik dengan atasan maupun dengan sesama subordinasi.
- Menghindari upaya mengkritik atau menunjukkan kekesalan pada atasan di muka umum. Jagalah perasaan atasan karena yang bersangkutan juga manusia biasa. Usahakan bertemu langsung dengan atasan dengan cara yang sopan kalau anda memiliki uneg-uneg.
- Jangan terlalu mengharap banyak kepada atasan untuk mau dan mampu memenuhi semua tuntutan anda. Apalagi kalau tuntutan anda bersifat tidak rasional dan paksaan. Atasan pun memiliki harga diri yang perlu dimengerti oleh anda.
- Menghindari ucapan langsung ”tidak bisa” atau ”bisa” kalau anda diberi tugas tertentu. Kalau anda menilai pekerjaan itu sesuatu yang baru maka anda perlu mempelajarinya lebih dahulu.
- Menghindari ucapan “tidak tahu” bila ada hal- hal yang dievaluasi oleh atasan
- Hindari bahasa tubuh (geastural) yang menunjukkan sikap negatif.
Beberapa tips bila komunikasi interpersonal personal approach kepada calon pelanggan ;
- Ketahui latar belakang sosial, budaya, hobby dan sebagainya yang menyangkut pribadi calon pelanggan.
- Upayakan menjadi pendengar yang aktif, bila lawan bicara terlalu dominan.
- Mengulangi pemikiran lawan bicara.
- Menyatakan pengertian terhadap perasaan lawan bicara./ calon pelanggan
- Sisipkan maksud dan tujuan anda berkomunikasi dengan lawan bicara anda.
- Jangan langsung utarakan maksud dan tujuan anda berkomunikasi dengannya bila kondisi tidak memungkinkan.
- Jadikan calon pelanggan anda sebagai teman.
Pada dasarnya kajian komunikasi sangat membantu saya dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun pola dan tata cara berkomunikasi positif banyak saya dapatkan dalam pelajaran agama, dan pengalaman hidup sehari- hari namun kajian komunikasi merestruktur pola pikir saya serta tentang bagaimana seharusnya komunikasi itu dilakukan.
2. KOMUNIKASI NON VERBAL
Bila diamati dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang kita menggunakan bahasa tubuh dalam melakukan komunikasi. Mungkin penggunaan bahasa tubuh dalam berkomunikasi bisa dengan disengaja ataupun tidak disengaja. Hal ini akan berpengaruh pada pesan yang disampaikan sehingga pesan dengan menggunakan bahasa tubuh tersebut dapat diterima kadangkala juga tidak. Tetapi pada dasarnya komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh lebih mudah diterima dan dicerna oleh penerima pesan dibandingkan dengan komunikasi verbal.
Hal ini didukung dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa:
- 55% menggunakan bahasa tubuh atau dari ekspresi tubuh
- 38% dari nada suara
- 7% dari kata-kata yang diungkapkan
Jika melihat pada hasil penelitian maka komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh atau yang dikenal dengan komunikasi non verbal sangat berperan penting dalam penerimaan pesan yang disampaikan. Komunikasi non verbal juga secara tidak sengaja dapat menimbulkan motivasi dan indikasinya lebih akurat dari kata yang disampaikan seseorang dengan hal yang diucapkan.
Yang dimaksud dengan komunikasi non verbal adalah isyarat, tekanan suara, pergerakan tubuh, ekspresi wajah, dan penampilan fisik.
Bahasa non verbal dapat dikatagorikan dan diamati menjadi 4 (empat) yaitu:
- Penampilan fisik, lebih pada ke arah pandangan seseorang terhadap orang lain. penampilan seseorang meliputi karakteristik fisik dan cara berpakaian. Pakaian dan perhiasan atau dandanan merupakan sumber informasi tentang seseorang. Pakaian menggambarkan status sosial, budaya, agama, konsep diri, dan lain-lain.
- Jarak, prinsipnya setiap orang punya jarak untuk berkomunikasi tergantung pada kenyamanan dan kedekatan hubungannya. Jarak merupakan isyarat yang umum digunakan saat melakukan hubungan antara dua orang.. Biasanya hal ini berhubungan dengan norma sosial budaya dan adat istiadat individu.
- Gerakan tubuh, yang termasuk adalah gerakan tangan, gerakan kaki, gerakan kepala, ekspresi wajah (misalnya tersenyum), kontak mata dan postur tubuh. Gerakan-gerakan ini bisa memberi makna tertentu yang artinya tergantung dari budaya dimana bahasa itu berlaku.
- Sentuhan merupakan kecepatan dari individu dan tindakan. Kemungkinan pesan yang disampaikan dalam bentuk nonverbal (Smith et al, 1997). Respon individu dipengaruhi oleh tempat, latar belakang sosial budaya, jenis hubungan, komunikasi berdasarkan jenis kelamin, usia dan harapan. Sentuhan dapat dilakukan saat individu melakukan pertemuan pertama kali atau berhubungan dengan orang lain. Konsep sentuhan yang terapeutik adalah dengan jalan melakukan jabat tangan atau menggunakan sikap terbuka dalam membatu pasien yang mengalami sakit atau memerlukan bantuan. Sentuhan merupakan awal dan dasar dalam melakukan komunikasi.
Berikut adalah contoh kasus komunikasi non verbal yang menyebabkan kesalahan pemaknaan dan mengandung makna tertentu terhadap orang- orang yang terlibat didalamnya;
1. Di kota- kota didaerah sumatra barat (suku minang), termasuk beberapa kota di Riau, terdapat larangan tak tertulis menyetop angkot menggunakan tangan kiri.
2. Di Masyarakat Minang, Melayu Riau, bila kita berjalan dengan teman sejawat atau yang lebih tua, dilarang merangkul bahunya. Posisi merangkul bahu dianggap sebagai pesan bahwa yang dirangkul adalah pesuruh, atau dengan kata lain meremeh kan.
3. Tata berpakaian teluk belanga pada masyarakat pria melayu riau. Kain songket dibawah lutut menunjukan bahwa pria tersebut telah bekeluarga.
4. Warna kuning adalah warna kebesaran bangsawan, biasanya teluk belanga bewarna kuning hanya dipakai oleh masyarakat yang memiliki gelar kebangsawanan.
5. Warna merah pada baju teluk belanga menunjukkan bahwa yang mengenakannya adalah seorang panglima. Kisah- kisah heroik melayu, Hang Tuah, Hang Jebat, Laskamana Raja Dilaut digambarkan mengenakan teluk belanga berwana merah.
Dari berbagai sumber